Rabu, 18 Januari 2017

Must be

Selalu ku pikir bahwa aku tegar, 
Namun aku tidak pernah menyangka bahwa semua berat untuk dijalani. 
Ingin aku berbicara, hasrat mengungkapkan semua hitam putih hidup ini.. 
Namun pernahkah kau menahan jatuhnya rintik di bola matamu?? Ah.. Kurasa lebih baik 
Mengeluarkannya sebanyak mungkin! 
Jika hati bisa berbicara, kurasa semuanya akan jelas.. 
Tapi Tuhan berkata tidak... 

So... Ku akan terus maju dengan langkah langkah kecilku... 

Minggu, 29 Agustus 2010

Jesus

Tuhan itu dekat pada siapa saja yang memanggil namaNya
Yah,…
Ia dapat merasakan nafas
Saat tidak ada suara yang terdengar karena lelah

John Trapp
From Chicken Soup for The Christian Dad’s Soul

Halilintar

Seorang temanku memiliki anak perempuan berusia empat tahun yang sangat menggemaskan. Ia pandai dan cerewet. Bila ada kontes siapa mirip ShirleyTemple masa kini, aku rasa ia akan menang mutlak.

Suatu malam ada halilintar yang sangat keras. Cahayanya berkilat dan guntur menggelegar – halilintar yang menakutkan sehingga orang akan sedikit kaget dan bergetar sedikit.

Temanku berlari ke atas ke kamar anak perempuannya untuk melihat apakah anaknya ketakutan dan meyakinkan anaknya bahwa semuanya itu baik-baik saja.

Ia masuk ke kamar anaknya dan menemui anaknya sedang berdiri disamping jendela, membentangkan kedua tangannya ke depan jendela. Kemudian temanku berteriak, “Apa yang sedang kamu lakukan?” anaknya berbalik dari kilatan halilintar dan dengan gembira menjawab, “Aku pikir Tuhan sedang memotretku.”


Tony Campolo
From Chicken Soup for Christian Dad’s Soul

Ayah ku

Ayahku tidak pernah berbicara padaku tentang
Bagaimana memperlakukan orang.
Setiap tindakan yang baik yang kutunjukan kepada orang lain
Adalah karena aku mencoba
Untuk meniru ayahku.

^^

Pamela McGrew
From Chicken Soup for Christian Dad’s Soul

Kerjakan yang Mampu Kau Kerjakan

Hari itu salah satu hari musim gugur yang dingin ketika seorang petani melihat seekor burung wallet kecil berbaring terlentang ditengah ladangnya. Petani itu berhenti mencangkul, kemudian menghampiri makhluk bersayap yang ringkih itu lalu bertanya, “Mengapa kau berbaring dengan kaki ke atas seperti itu?”

“Kudengar langit akan runtuh hari ini,” sahut sang burung.

Petani renta itu berdecak. “Apakah menurutmu kau dapat menahan langit dengan sepasang kaki kurusmu?”

“Bukankah orang harus mengerjakan yang mampu diperbuatnya,” jawab sang burung dengan tegas.

D’ette Corona.
From Chicken Soup for the Unsikable Soul