"Selamat pagi wartawan muda,benarkah kau ingin mewawancarai Aku?"
WARTAWAN: "Ya, sekiranya Tuhan punya waktu sedikit."
TUHAN: "O, waktu-Ku adalah kekekalan. Tak masalah itu! Apa pertanyaanmu?"
WARTAWAN:"Terima kasih. Apa yang paling mengherankan bagi Tuhan tentang kami manusia?"
TUHAN: "Menurut-Ku,kalian itu makhluk yang aneh
Pertama,suka mencemaskan masa depan sampai lupa hari ini.
Kedua, kalian hidup seolah tidak bakal mati dan mati seolah-olah tidak penah hidup.
Ketiga,kalian cepat bosan sebagai anak anak dan terburu-buru ingin dewasa.
Namun sesudah dewasa rindu lagi jadi anak-anak: suka bertengkar,ngambek,ngeyel, dan ribut
karena soal-soal sepele.
Keempat, kalian rela kehilangan kesehatan demi mengejar uang,tetapi membuangnya kembali untuk mengembalikan kesehatan itu.Hal-hal begitulah yang membuat hidup kalian susah."
WARTAWAN:"Lantas apa nasihat Tuhan agar kami hidup bahagia?"
TUHAN: "Lho?Semua nasihat kan sudah pernah Kuberikan. Ini satu lagi keanehan kalian: suka melupakan nasihat-Ku.
Tetapi karena majalahmu dibaca semua orang, baiklah Ku ulangi beberapa yang terpenting.
(1) Kalian harus sadar bahwa mengejar rezeki adalah sebuah kesalahan. Yang seharusnya kalian lakukan ialah menata diri agar kalian dikucuri rezeki.
Jadi,jangan mengejar rezeki,tetapi biarlah rezeki yang mengejar kalian.
(2) Siapa yang kalian miliki lebih berharga daripada apa yang kalian punyai.
Jadi,perbanyaklah teman,kurangi
musuh. Ingat,seribu kawan masih kurang,satu lawan terlalu banyak.
(3) Membandingkan rezeki sendiri dengan rezeki orang lain adalah sebuah kebodohan.
Kalian seharusnya mensyukuri apa yang sudah kalian terima.
Khususnya,kenalilah talenta dan potensi yang kalian miliki lalu kembangkanlah sebaik-baiknya, maka
kalian akan menjadi manusia unggul.
(4) Pada kondisi ini jugalah rezeki akan selalu mengikuti kalian.
orang terkaya, bukanlah yang mengumpulkan paling banyak,tetapi dia yang paling memerlukan sedikit sehingga masih sanggup memberi bagi sesamanya.
(5) Orang terbesar diantara kalian ialah dia yang menolong orang lain menjadi besar, bukan yang membesarkan dirinya dengan mengejar berbagai gelar dan jabatan.Yang terakhir ini mendatangkan sinisme sedangkan yang pertama mendatangkan afeksi. Jadi,kalian harus mendalami lagi makna pelayanan.
(6) Dua orang bisa melihat dan mengalami hal yang sama tetapi menghayatinya berbeda.Jadi belajarlah memahami pikiran dan perasaan oranglain.Secara khusus,jangan pernah memutlakkan pendapat kalian sendiri.Bertanya,mendengar, dan berdialog lebih baik daripada beropini,berteori, dan saling membantah.
(7) Bila kalianberbuat salah,
tidak cukup hanya mendapat ampunan dari-Ku, tetapi kalian juga harus belajar mengampuni diri sendiri. Itu saja.
Bila kalian mengamalkan tujuh nasihat ini,
niscaya kalian baik-baik saja."
Tapi karena kau wartawan pemberani,
Kuberi bonus satu:
Ingatlah,dalam semua kesusahan kalian, Aku selalu siap membantu.
Jadi,jangan kalian sia-siakan keahlian-Ku.
Dan Aku pun masih seperti yang dulu: Maha pengasih lagi Maha penyayang!
Segitu aja.Semoga kalian sukses dan selalu bahagia!"
Dan satu lagi,
"Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan;
itulah yang akan
menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu".(Amsal3:7-8)
semoga bermanfaat... ^^
Minggu, 15 Agustus 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar